Tugas Bu Laili (Muhammad Fajar Aji Prakosa)



RESENSI BUKUDisusun dalam rangka memenuhi Tugas Mata Kuliah Keterampilan Membaca
Dosen: Laili Etika Rahmawati, S.Pd.,M.Pd
Nama Mahasiswa: Muhammad Fajar Aji Prakosa
Nomor Induk Mahasiswa: A310190172




















Judul Buku : Kids Zaman Now
Pengarang : Nana Supriyana
Tahun Terbit : 2018
Penerbit : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Jalan Daksinapati Barat IV Rawamangun Jakarta Timur
Ringkasan Buku : Buku “Kids Zaman Now” menceritakan kisah inspiratif dan memberikan banyak pelajaran tentang disiplin, tanggung jawab, dan rasa saling percaya sehingga dapat membantu kita untuk mewujudkan cita cita. Anak zaman now yang digambarkan seperti perilaku Sofyan, Jafar, Rudi, dan Andi, Gandi, Gani yang suka balapan. Sedangkan Yuda, Dewi berkarakter malas, tidak bisa mengatur waktu, sering terlambat ke sekolah. Renaldi suka bolos sekolah karena kecanduan Nge-net lupa pada tugas dan tanggung jawab utamanya sebagai pelajar. Silvi, Rani, Umar, Jamal yang suka selfie. Anak zaman milenium menganggap dirinya lebih maju, modern dan tidak kampungan.Jauh dari kesan perilaku yang menceminkan budaya Indonesia. Yaitu cermin pribadi remaja yang tahu sopan santun,  gemar belajar berbakti pada orang tua, agama, bangsa dan negara. Cermin pribadi berkaraker dan berbudi luhur sesuai harapan bangsa. Buku ini memberikan pesan agar pembaca berusaha tidak terjerumus pada gaya hidup modern yang tidak sesuai budaya bangsa, tidak mengikuti rasa malas, mampu mengelola kehidupan pergaulannya dengan baik.
Kelebihan Buku : Banyak pesan moral yangdapat diambil dari buku ini seperti: nilai kedisiplinan, rasa  tanggungjawab, upaya menumbuhkan percaya diri.  Buku ini disajikan dengan cover yang menarik, ditulis dalam bahasa yang lugas, alur berpikir yang tidak berbelit sehingga  mudah dipahami pembaca.
Kekurangan Buku :Sulit menemukan kekurangan dalam buku ini. Inilah yang menyebabkan buku ini banyak diminati pembaca.
Saran :Seharusnya bisa memberikan gambaran yang lebih berimbang antara perilaku baik dan buruk sesuai karakter budaya banga. Ini penting agar anak generasi now  tidak tercerabut dari akar budaya Indonesia.


Komentar